Kehadiran pemain-pemain Muslim di Eropa semakin meningkat, dan peran
mereka di dalam budaya sepakbola memberi perubahan yang signifikan.
Seperti
yang diketahui, Muslim dilarang untuk melakukan judi, meminum minuman
beralkohol dan juga memiliki rutinitas ibadah yang tinggi, seperti
shalat dan tentu saja puasa di bulan Ramadhan. Hal-hal tersebut tentu
terlihat asing di sepakbola Eropa yang terbiasa menggunakan sampanye
dalam melakukan selebrasi, memanfaatkan perusahaan judi sebagai sumber
pemasukan, dan lain-lain.
Namun, semakin banyaknya pemain yang
beragama Islam masuk ke sepakbola Eropa dan mampu menjadi perhatian
pusat dunia dengan kemampuan mengolah bola yang lihai. Mau tidak mau,
membuat klub atau pengelola kompetisi sepakbola Eropa melakukan
kompromi.